facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pengrajin Tahu-Tempe di Sukoharjo Geruduk Gedung DPRD Gara-gara Ini

Ronald Seger Prabowo Senin, 04 Januari 2021 | 15:53 WIB

Pengrajin Tahu-Tempe di Sukoharjo Geruduk Gedung DPRD Gara-gara Ini
Sejumlah pengrajin tahu dan tempe beraudiensi terkait kenaikan harga kedelai di Gedung DPRD Sukoharjo, Senin (4/1/2021). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)

Dalam kesempatan itu, sejumlah pengrajin tahu dan tempe menyampaikan unek-unek terkait kenaikan harga kedelai selama masa pandemi Covid-19.

Puryono menyebut kondisi serupa pernah terjadi pada 2013. Harga kedelai melonjak tajam hingga di atas Rp9.000 per kg. Ratusan pengrajin tahu dan tempe melakukan unjuk rasa di Bundaran Kartasura.

Mereka meminta pemerintah segera mengambil langkah untuk menurunkan harga kedelai yang menjadi bahan baku utama pembuatan tahu dan tempe.

Wakil Ketua DPRD Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, mengatakan harga kedelai naik akibat pandemi Covid-19. Pada November 2020, harga kedelai naik hingga di atas Rp9.000 per kg. Begitu pula harga minyak goreng sawit yang naik akibat wabah pandemi Covid-19.

Eko berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi alternatif agar usaha para pengrajin tahu dan tempe di Kartasura bisa bertahan di tengah gerusan pandemi Covid-19.

Baca Juga: Harga Kedelai Melambung, Pengrajin Tahu di Bantul Menjerit

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Sukoharjo, Sutarmo, menyatakan kebijakan harga kedelai wewenang pemerintah pusat. Sutarmo bakal berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Jawa Tengah untuk mengatasi kenaikan harga kedelai.

Dia bakal memprioritas para pengrajin tahu dan tempe untuk mendapatkan bantuan subsidi bunga yang diperuntukkan bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait