- Ratusan peternak ayam Soloraya menggelar aksi protes di Kota Solo pada Selasa (7/6/2026) akibat anjloknya harga komoditas.
- Peternak menuntut Menteri Pertanian menstabilkan harga ayam dan telur di atas Harga Pokok Penjualan yang telah ditetapkan pemerintah.
- Aksi tersebut dilakukan sebagai respons atas kerugian besar akibat kelebihan pasokan serta kenaikan biaya produksi pakan yang ekstrem.
SuaraSurakarta.id - Ratusan peternak ayam broiler dan ayam petelur Soloraya menggelar aksi Bundaran Gladak Jalan Slamet Riyadi Kota Solo, Selasa (7/6/2026).
Aksi yang digelar para peternak ayam dari Boyolali, Klaten, Karanganyar hingga Sukoharjo ini sebagai bentuk protes dengan harga ayam dan telur yang turun drastis.
Dalam aksinya mereka melakukan mandi telur sebanyak 5 kg. Mereka juga membagikan tiga peti telur gratis sebanyak 45-50 kg, 30 ekor ayam petelur hidup dan 50 ekor ayam broiler kepada warga dan pengguna jalan yang melintas.
Salah seorang peternak yang melakukan mandi telur, Ardi mengatakan kalau aksi ini sebagai bentuk protes dengan harga telur saat ini.
Aksi ini ditujukan untuk Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman agar bisa menstabilkan harga telur dan ayam.
"Harga telurnya jatuh murah, ini protes karena terlalu murah, peternak rugi, harganya di bawah HPP, harganya terlalu murah. Harapannya supaya harga telur naik, stabil sesuai HPP," terangnya saat ditemui, Selasa (7/7/2026).
Sementara itu Koordinator aksi, Parjuni menyebut aksi dilakukan dampak dari anjloknya harga selama dua bulan terakhir ini. Kondisi ini membuat peternak terus merugi ratusan juta hingga miliaran.
"Berharap suara ini bisa sampai ke pemerintah. Karena ya memang ini kebijakan pemerintah yang belum tegas diterapkan," tandas dia.
Parjuni menjelaskan kalau aturan-aturan yang lahir dari peraturan menteri pertanian (Permentan) itu bisa dijalankan dengan tegas. Sehingga penerapan itu bisa mengantisipasi harga telur dan ayam anjlok.
Baca Juga: Peringatan Malam 1 Suro, Kubu PB XIV Purboyo Tak Lakukan Kirab Pusaka, Ini Alasannya
Tidak hanya itu, pemerintah juga harus bisa memperhatikan keseimbangan supply-demand dengan memperhatikan kebutuhan berdasar pada data Badan Pusat Statistik (BPS), seperti misalnya, impor GPS (Grand Parent Stock).
"Impor GPS itu kan mempengaruhi supply dua tahun berikutnya. Maka prediksinya sudah tahu, mau berapa kebutuhannya sudah diketahui. Otomatis disesuaikan dengan itu," papar dia.
Menurutnya pemerintah juga harus mengevaluasi para investor yang tidak memiliki latar belakang dari perunggasan.
"Kalau semua boleh pelihara, ini juga risikonya tinggi. Ya, karena apa? Pasti akan oversupply kembali, dan ini harus diantisipasi pemerintah," katanya.
Parjuni menegaskan berharap pemerintah bisa menaikkan harga ayam dan telur di atas Harga Pokok Penjualan (HPP). Harga telur itu Rp 23.000 per kg, sedangkan harga ayam broiler Rp 19.500-Rp 20.000 per kg.
"Harganya harus di atas Rp 23.000, atau sesuai HAP Rp 26.500. Untuk ayam potong, minimal di angka Rp 20.000. Harga Rp 19.500 sudah bisa masuk," sambung dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
BRI Perkokoh Reputasi Nasional, Nilai Merek Capai USD6,9 Miliar Versi Brand Finance
-
BRI Wealth Management Tambah Tiga Reksa Dana Baru untuk Optimalkan Diversifikasi Portofolio
-
HYDROPLUS Soccer League 2026/2027 Libatkan 110 Tim, Perluas Pembinaan Sepak Bola Putri ke Solo
-
Bertemu Presiden Prabowo, Jokowi Akui Tak Bahas Putusan MK, Tapi Kemenangan Timnas Indoenesia
-
Jokowi Buka Suara Soal Polemik Ijazah Gibran: Setiap Negara Punya Sistem Berbeda!