SuaraSurakarta.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui Pusat Penelitian Pedesaan dan Pengembangan Daerah (Puslitdesbangda) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS mendapat kepercayaan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk melaksanakan program New Desa BRILiaN 2024.
Kegiatan Kick Off Meeting Batch 1 dilaksanakan secara hybrid meeting yang diikuti oleh 473 desa dari Wilayah Banjarmasin, Palembang, Makassar, Padang, Pekanbaru, Medan, dan Bandar Lampung pada Senin (22/4/2024).
Adapun rangkaian acara yang diikuti oleh peserta meliputi pembukaan kegiatan dengan penyampaian laporan kegiatan oleh Dr. Muhammad Hendri Nuryadi, M.Sc selaku kepala Puslitdesbangda LPPM UNS, dilanjutkan sambutan dari pihak PT. BRI oleh Head of Social Entrepreneurship & Incubation Division, dan terakhir sambutan sekaligus membuka kegiatan oleh Prof. Dr. Fitria Rahmawati, S.Si., M. Si selaku Ketua LPPM UNS Mewakili Rektor UNS
Sambutan Head of Social Entrepreneurship & Incubation Division BRI, "Kick-Off New Desa Brilian 2024 Batch 1", yang di sampaikan oleh Andika Arif Rahmansyah. Andika menyatakan, sebagai bank yang memiliki fokus kepada segmen usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), peran BRI tidak terbatas sebagai Lembaga intermediary keuangan, yang memberikan value secara ekonomi namun juga memberikan social value berupa aksi pemberdayaan baik kepada individu pelaku usaha maupun pemberdayaan lembaga desa.
Pemberdayaan wilayah pedesaan menjadi isu yang perlu diperhatikan mengingat perkembangan desa di Indonesia relatif belum merata. Hal tersebut dicerminkan dari desa yang termasuk kategori maju dan mandiri sesuai Indeks Desa Membangun (IDM) Tahun 2023 hanya memiliki porsi < 46% dari total desa sebanyak 74.424 desa.
Berdasarkan kondisi tersebut, Sejak tahun 2020, BRI hadir turut serta mengembangkan desa melalui program "Desa BRILiaN". Program "Desa BRILiaN" merupakan program inkubasi desa yang bertujuan menghasilkan role model dalam pengembangan desa, melalui implementasi praktik kepemimpinan desa yang unggul serta semangat kolaborasi untuk mengoptimalkan potensi desa berbasis Sustainable Development Goals (SDG’s).
Desa yang tergabung dalam program "Desa BRILIAN" diharapkan menjadi sumber inspirasi kemajuan desa yang dapat direplikasi ke desa-desa lainnya.
Sampai saat ini program "Desa BRILiaN" telah diikuti oleh 3.178 desa yang aktif tergerak berinisiatif dan berkomitmen untuk maju melalui program-program yang telah direncanakan.
Desa BRILiaN fokus pada pengembangan 4 aspek penting yang terdapat di desa, yaitu BUMDES sebagai motor ekonomi desa; Digitalisasi, implementasi produk dan aktivitas digital di desa; Sustainability, tangguh dan secara continue dalam membangun desa; dan Innovation, kreatif dalam menciptakan inovasi desa.
Baca Juga: Persis Solo Masih Punya Kesempatan ke-4 Besar BRI Liga 1, Ini yang Harus Dilakukan
Dengan objek pemberdayaan meliputi Perangkat Desa (Kepala Desa), Pengurus Bumdes, Badan Permusyawaratan Desa, Pelaku Usaha Desa, dan Pegiat Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades).
"Harapan kami, kegiatan yang sangat bermanfaat ini bisa beramai-ramai diikuti oleh seluruh elemen kunci pertumbuhan ekonomi yang ada di desa. Melihat dari pengalaman yang sudah berjalan, bisa saja Bapak Ibu ikuti di Balai Desa, Kantor Desa, Kantor BUMDes, atau bahkan di Kantor BRI Unit kami," kata Andika Arif Rahmansyah.
Desa BRILiaN sejatinya merupakan Desa yang penuh prestasi dan inspirasi, desa yang tanggap, tangguh dan inovatif di masa pandemi maupun pasca pandemi seperti sekarang, dan layak jadi percontohan desa lain.
"Sebagai informasi dapat kami sampaikan bahwa penyelenggaraan Desa BRILiaN kali ini merupakan tahun kelima, pada tahun ini, kami lanjutkan Program Desa BRILiaN ini yang kami bagi menjadi 3 (batch) dengan target 1.000 desa peserta dari seluruh penjuru Indonesia," imbuhnya.
Penguatan ekosistem desa juga didukung dengan Program Penguatan Kelompok-kelompok (Klaster) Usaha Mikro yang ada di Desa yang dinamakan Klasterku Hidupku dimana BRI mengidentifikasi keperluan pemberdayaan baik pelatihan usaha maupun bantuan sarana prasarana yang kami berikan secara selektif.
Berikutnya, untuk mendukung pasar desa, BRI sedang menginisiasi pembentukan platform Pasar.id, sebuah platform yang menghubungkan pedagang pasar dan pembeli secara online sebagai adaptasi dari tantangan berprilaku bisnis dimasa pandemi bahkan pasca-pandemi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Porprov Jateng 2026: Futsal Solo Hadapi Laga Hidup-Mati Lawan Wonogiri
-
Debut di Porprov Jateng 2026, Tamara Galuh Langsung Sumbang Perak untuk Solo
-
Jaga Kepercayaan Investor, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun
-
Pecah Telur! Ananda Wahyu Sumbang Emas Pertama untuk Solo dari Cabor Sambo di Porprov 2026
-
Mantab! Tiga Atlet Muaythai Solo Tembus Semifinal Porprov 2026