Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Kamis, 18 April 2024 | 16:38 WIB
Ilustrasi paru-paru (freepik.com/pressfoto)

"Kalau ada infeksi paru, kontrol ke dokter sampai dokter bilang enggak ada apa-apa. Setelah itu, bisa kontrol setahun sekali dan minum obat. Jangan dianggap remeh, dan bosan bolak balik ke dokter," katanya.

Dia menyarankan pemeriksaan jantung dan paru-paru untuk mendeteksi kemungkinan mengalami paru-paru basah atau infeksi lainnya.

Selain itu, dia menyampaikan pentingnya berolahraga, memakai masker, serta menghindari paparan debu dan asap guna menghindari penyakit paru-paru.

Baca Juga: Ini Tips Cara Mengelola THR Menurut Ekonom dari UNS Surakarta

Load More