SuaraSurakarta.id - Polda Jateng bersama personel Kodam IV/Diponegoro siap mengamankan putaran Piala Dunia U-17 2023 dalam apel gelar pasukan Operasi Aman Bacuya di Alun Alun Lor Pasar Kliwon, Solo, Kamis (9/11/2023).
Pada acara apel gelar pasukan Operasi Aman Bacuya 2023 dalam rangka pengamanan Piala Dunia FIFA U-17 2023 dipimpin langsung Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi, dan diikuti tentara dan polisi dalam persiapan pengamanan di Solo.
Ia mengatakan, apel kesiapan jajaran Polda Jawa Tengah bersama Kodam IV/Diponegoro itu merupakan rangkaian terakhir, karena sudah didahului kegiatan-kegiatan sebelumnya di berbagai tingkatan.
Langkah itu dilanjutkan dengan rencana pengamanan, simulasi, dan gelar pasukan yang dilaksanakan di Alun Alun Lor Solo
Artinya, Polda Jawa Tengah bersama TNI dan Forkompinda lain sudah siap dalam rangka pengamanan kegiatan Piala Dunia 2023 U-17 yang dilaksanakan di Jawa Tengah khususnya di Solo yang wali kotanya adalah Gibran R Raka.
Oleh karena itu, gelar pasukan yang dilaksanakan ada sebanyak 3.616 personel dan 420 personel TNI, yang semuanya ini, sudah disiapkan dalam rangka pengamanan kegiatan internasional di Solo.
Polda Jawa Tengah sudah mempunyai komitmen tidak hanya melaksanakan pengamanan operasi Mantap Brata yakni Operasi Pemilu, tetapi juga melaksanakan pengamanan Aman Bacuya 2023.
Jadi ini, semua dilaksanakan dalam memberikan jaminan pengamanan proses demokrasi dan hajad internasional di Jawa Tengah.
"Polri dalam pengamanan sepak bola internasional sudah ada rekomendasi dari FIFA. Kami sebelumnya sudah latihan. Jadi para pengawas itu sudah dilatih, polisi posisinya dimana dan pengawas di lapangan. Jadi tugas pengamanan sesuai petunjuk arahan dari pengawas dengan kerawanan yang dilakukan," kata dia dilansir dari ANTARA.
Baca Juga: Jadwal Grup F Piala Dunia U-17 2023: Misi Jerman Lanjutkan Tren Positif di EURO U-17
Menurut dia semua soal itu sudah dilatih tinggal dimainkan. Soal pengamanan warga asing sama dengan lokal baik terbuka maupun tertutup atau baik fungsi intelijen dari TNI maupun Polri. Termasuk pengamanan di penginapan atau hotel, tempat latihan atau tempat pertandingan.
"Kami siapkan sebanyak 3.616 anggota tanpa pandang bulu untuk pengamanan dalam kegiatan internasional itu," jelas dia.
Oleh karena itu, dia mengimbau masyarakat khusus warga Solo untuk menjadi tuan rumah yang baik. "Mari ditonton gelaran internasional ini, menjadi batu loncatan bahwa Indonesia, Jateng dan khususnya Solo menjadi penonton yang baik, enak ditonton, menjadi spirit sepak bola internasional khususnya di Indonesia," paparnya.
Berita Terkait
-
Menangi Setiap Pertandingan Piala Dunia U-17 2023, Target Ambisius Pemain Nomor 10 Timnas Indonesia
-
Nomor Punggung Skuad Timnas Indonesia untuk Piala Dunia U-17 Resmi Dirilis, Pemain Keturunan Korsel Pakai Nomor Keramat
-
Jadi Duta Piala Dunia U-17 2023, Radja Nainggolan Pernah Bikin 3 Dosa Besar Selama Karier Sepak Bolanya
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah
-
BRI Optimalkan Likuiditas Dari Dana SAL Untuk Percepat Pembiayaan Sektor Riil
-
Menengok Rumah Slamet Riyadi yang Direhabilitasi, Sosok Pemberani yang Gugur di Medan Perang
-
Duh! PN Solo Tolak Gugatan Gusti Moeng Soal Nama PB XIV, Kabulkan Eksepsi Tergugat
-
BRI Dorong Remitansi PMI Jadi Modal Usaha Produktif Melalui Pelatihan Kewirausahaan di Taiwan