SuaraSurakarta.id - Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri menyoroti maraknya generasi muda yang menyukai musik Korea Pop (K-Pop).
Menurutnya, tidak masalah jika generasia milenial menyukai seni budaya asing lainnya, asal tidak melupakan kesenian dan budaya Nusantara.
"Jadi anak-anak, itu tolonglah, kalian mau senang dengan K-Pop, dengan Rock, dengan Hiphop dan lain sebagainya, tidak apa-apa. Tapi, jangan, jangan sekali-sekali, tidak mencintai yang namanya seni kita, Indonesia Raya," kata Megawati dilansir dari ANTARA, Senin (19/6/2023).
Ketua Umum PDI Perjuangan itu menyadari bahwa saat ini 'gempuran' dari budaya luar terus masuk ke Indonesia dan yang paling populer saat ini adalah K-Pop.
Generasi muda yang menyukai musik-musik atau kesenian modern masa kini memang tidak bisa dihindari, namun, Megawati tetap mengingatkan pentingnya memegang teguh kebudayaan leluhur yang ada di Indonesia.
Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu turut pula mengajak para orangtua mendidik putra-putri mereka untuk mengenal dan mencintai budaya serta kesenian Indonesia sejak dini.
Menurut dia, hal itu dilakukan dalam upaya menanamkan cinta terhadap Tanah Air serta kebanggaan sebagai bangsa yang memiliki kepribadian dalam kebudayaan
"Seni budaya Indonesia yang saya katakan sangat, bukan hanya kaya raya tapi luar biasa. Buatlah segera, sanggar seni budaya menjadi sebuah kesatuan gerak untuk Indonesia yang berkepribadian dalam budaya," ujarnya
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) ini pun menegaskan, apa yang disampaikannya itu bukan sebagai sikap anti terhadap modernisasi.
Baca Juga: Gak Masalah Anak Muda Doyan KPop, Megawati: Tapi Tolong Jangan Tak Mencintai Seni Kita
Megawati berharap ucapannya menjadi pengingat generasi muda agar menghargai dan mencintai kesenian dan budaya di Indonesia terlebih dulu, sebelum mencintai budaya luar.
"Saya tidak anti, silakan, mengikuti peradaban modern. Tapi masa lalu bangsa kita ini gemilang lho sebenarnya," pesan Megawati.
Sebagai informasi, acara Pesta Kebudayaan Bali ke-45 ini turut dihadiri Gubernur Bali I Wayan Koster, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri PPPA Bintang Puspayoga hingga Ketua DPP PDIP Prananda Prabowo.
Selain itu, tampak pula Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan barang/jasa Pemerintah (LKPP) yang juga mantan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi serta para kepala daerah se-Provinsi Bali serta tokoh agama dan masyarakat setempat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
Momentum Bulan Inklusi Keuangan, BRILink Agen Hadirkan Akses Keuangan hingga Pelosok
-
Andi Azwan Tegaskan, Gibran Segera Tunjukkan Ijazah Setara SMA
-
MotoGP Mandalika 2026 Jadi Peluang BRI Perkuat Ekonomi Lokal dan Pariwisata Olahraga
-
Persis Solo Mandul di Manahan, De Red FC Pulang Bawa Satu Poin
-
BRI Perkokoh Reputasi Nasional, Nilai Merek Capai USD6,9 Miliar Versi Brand Finance