SuaraSurakarta.id - Isu reshuffle dalam Kabinet Indonesia Maju semakin menguat dalam beberapa waktu terakhir.
Santernya isu reshuffle itu pun terjadi usai deklarasi Anies Baswedan sebagai capres dari Partai NasDem.
Total Presiden Jokowi sudah empat kali melempar sinyal reshuffle Kabinet Kerja Indonesia Maju.
Terbaru, mantan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo jadi nama kuat yang masuk dalam jajaran kabinet jika reshuffle benar-benar terjadi.
Dari kabar yang didapatkan Suarasurakarta.id, Rudy bakal mengisi pos Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan Moeldoko.
Sementara Moeldoko mengisi jabatan baru sebagai Menteri Pertaninan menggantikan politisi Partai NasDem, Syahrul Yasin Limpo.
Selain KSP, Moeldoko saat ini juga menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
Meski demikian, PDIP tetap menyerahkan semua keputusan reshuffle menteri di tangan Jokowi sendiri.
"Kami tidak ingin lebih lanjut lagi, ini kewenangan presiden. Biarlah dengan evaluasi ini tentu presiden yang nanti akan memutuskan," ujar Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga dikutip Suara.com dari tayangan Metro TV yang dilansir, Selasa (10/01/2023).
Baca Juga: Jokowi Dukung Anwar Ibrahim Memperkuat One Channel System untuk PMI
Selain itu, Ketua DPP PDIP Eriko Sotarduga menilai bahwa deklarasi Anies Baswedan oleh NasDem, yang disebut jadi antitesa Jokowi adalah berkaitan dengan etika.
"Kalau soal dikatakan antitesa itu sebenarnya etika. Kalau kita sudah mau mengambil sesuatu yang berlawanan antitesa ya etikanya. Kenapa tidak berani mengambil langkah seperti itu? Itu juga perlu menjadi satu pertanyaan tersendiri," sambungnya mengenai reshuffle kabinet.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
BRI Peduli Wujudkan Harapan Murid Ini, Tak Lagi Terhalang Banjir Rob Saat ke Sekolah
-
Pengurus Cabang ORADO Kota Surakarta Dikukuhkan, Siap 'Memintarkan Indonesia' Lewat Olahraga Domino
-
Demi Penuhi Standar, Kendal Tornado FC Bantu Lampu Stadion Sriwedari Rp 1 Miliar
-
Termasuk di Wonogiri, Bayer Panen Raya di 4 Daerah, Produktivitas Jagung Didorong Naik
-
Jokowi Tetap Yakin PSI Tembus Senayan 2029 Meski Ambang Batas Bisa Naik