Starting eleven Timnas Jerman di laga Piala Dunia 2022 melawan Jepang di Qatar, Rabu (24/11/2022). [INA FASSBENDER / AFP]
Meski sebenarnya mereka punya sosok penyerang murni Niclas Fullkrug. Namun pemain berusia 29 tahun itu belum mendapat kepercayaan penuh dari pelatih Timnas Jerman, Hans Flick.
5. Fokus Terpecah
Sedari awal Timnas Jerman salah satu negara kontestan yang terus menyuarakan hak-hak LGBT. Padahal di ajang Piala Dunia 2022 ini Qatar memberlakukan aturan ketat dengan tidak memberi ruang untuk kampanye LGBT.
Mungkin penyebab Timnas Jerman gagal melaju ke 16 besar karena fokus mereka sudah terpecah. Pemain senior fokus untuk menyuarakan LGBT. Sedangkan para pemain junior ingin fokus pada turnamen.
Itulah beberapa kesalahan yang menjadi penyebab Timnas Jerman kembali gugur di fase grup Piala Dunia.
Kontributor : Fitroh Nurikhsan
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Duh! PN Solo Tolak Gugatan Gusti Moeng Soal Nama PB XIV, Kabulkan Eksepsi Tergugat
-
BRI Dorong Remitansi PMI Jadi Modal Usaha Produktif Melalui Pelatihan Kewirausahaan di Taiwan
-
Viral, Mobil Operasional KDMP Digunakan ke Solo Paragon Mall
-
Jokowi Minta Kader PSI Ubah Cara Kerja Organisasi demi Hadapi Pemilu 2029
-
IIF Genjot Pembiayaan Infrastruktur, Nilai Komitmen Baru Tembus Rp2,5 Triliun pada Semester I 2026