SuaraSurakarta.id - Seorang lansia harus menjalani kehidupan dengan teratur dan disiplin. Jika tidak, akan memberikan masalah pada kondisi fisiknya yang sudah mulai menua.
Masalah mandi saja bisa berdampak buruk pada kesehatan fisik seorang lansia.
Pakar dermatologi dan venerologi dr Amelia Setiawati Soebyanto, SpDV menyarankan lansia mandi maksimal lima hingga 10 menit guna mencegah kulitnya semakin kering.
"Itu pun enggak berendam, mandi biasa," ujar Amelia dikutip dari ANTARA pada Kamis (3/11/2022).
Amelia mengatakan, lansia sebaiknya memilih air yang hangat dan sabun yang tidak bersifat iritatif karena akan menyebabkan kulit semakin kering. Sabun yang bersifat iritatif di antaranya mengandung antibakterial atau yang berfungsi untuk memutihkan kulit.
Lebih lanjut mengenai sabun, dia menyarankan yang sifatnya cair ketimbang batang, salah satunya karena berisik terkontaminasi bakteri akibat penggunaan bersama dengan anggota keluarga lainnya.
"pH untuk sabun batang lebih tinggi jadi bersifat alkali, itu yang bisa membuat kulit jadi lebih kering. Karena pH kulit sekitar 4,5 - 5,5, jadi sifatnya lebih ke asam," kata dia.
Amelia menyarankan lansia juga berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin untuk masalah-masalah kulit kering yang dialami, karena tidak semua sabun bisa digunakan dan tidak semua pelembap bisa digunakan untuk semua kasus.
Menurut dia, pada kasus kulit kering derajat ringan, obat yang diberikan berbeda dengan derajat yang sudah berat. Ini juga berlaku pada kondisi kulit kering ditambah infeksi yang ditatalaksana berbeda dengan tanpa infeksi.
Baca Juga: Edan, Sudah Bau Tanah Lansia di Tangsel Setubuhi Remaja SMP, Ketua RT: Ditangkap Buser
"Paling tidak bisa memberikan kualitas hidup yang lebih baik untuk pasien. Paling tidak, tidak gatal, kulitnya lembap, lebih nyaman dengan menjalani hari-harinya," kata dia.
Konsultasi ke dokter juga diperlukan apabila kulit kering belum juga sembuh dalam beberapa hari. Amelia mengatakan, ini mungkin bukan masalah kulit kering biasa melainkan ada penyebab lain yang harus dicari dan diobati.
Amelia mencatat, kebanyakan pasien yang datang ke klinik tempatnya praktik datang dengan penyakit penyerta lain seperti gula tidak terkontrol, dan akhirnya kulit menjadi gatal.
Kasus lain, gatal yang berpindah dari satu organ tubuh ke bagian lainnya, tidak ada lesi kulit dan hanya tampak kulit kering dan bersisik.
"Itu kondisi kulit kering dengan derajat ringan. Pengobatannya bisa mulai dengan sabun, pelembap yang tepat, kasih tambahan obat oles," ujar Amelia.
Dalam kesempatan itu, terkait mandi, dokter spesialis kulit dan kelamin dr Yustin Sumito, SpKK menyarankan lansia menggunakan air suam-suam kuku dan membilas tubuh terakhir dengan air dingin.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
Terkini
-
BRI Peduli Perluas Kesempatan Kerja Inklusif bagi Disabilitas lewat Pelatihan dan Pemagangan
-
480 Siswa SD Adu Ketangkasan di MilkLife Festival SenengMinton Solo 2026
-
Haul Habib Ali Diprediksi Dihadiri Ribuan Jamaah, 480 Personel Disiagakan
-
Usai Tunjukan KTA, Jokowi Tegaskan Serius Besarkan PSI
-
Jokowi Buka Suara Soal Penunjukan Komjen Suyudi Gantikan Listyo Sigit: Sudah Saatnya!