Scroll untuk membaca artikel
Ronald Seger Prabowo
Sabtu, 15 Oktober 2022 | 19:29 WIB
Sebuah inovasi produk berhasil diciptakan mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Warga Surakarta, Sabtu (15/10/2022). [Suara.com/Ronald Seger Prabowo]

SuaraSurakarta.id - Sebuah inovasi produk berhasil diciptakan mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Warga Surakarta.

Adalah motor listrik untuk difabel yang mampu direalisasikan delapan mahasiswa jurusan teknik mesin, masing-masing Baharudin Yogiantoro, Stefano Jaladri, Muh Alif Atthayyah, Fahra Diky Mustain. Dimas Muhammad Brillian, Willy Awista Pranadi, Riky Romadhoni dan Dewa Rizky Pratama.

Motor listrik untuk difabel itu dipamerkan dalam Expo UKM & HMJ STT 'Warga' 2022, Sabtu (15/10/2022) sore.

"Awal mulanya kami melihat belum banyak motor listrik dan berguna untuk penyandang disabilitas. Makanya kami punya ide membuat motor listrik yang ramah lingkungan," ungkap salah satu mahasiswa, Willy Wasita Pranadi.

Baca Juga: Manfaat Program JKN Amat Dirasakan Pekerja Difabel Ini

Dia memaparkan, tahap awal pembuatan motor listrik dengan durasi sekitar sebulan itu dimulai dengan mendesain rangka. Kemudian menganalisa kebutuhan komponen apa saja hingga semuanya terkumpul.

Untuk komponen utama yang diperlukan adalah motor listrik dan baterei yang disebutnya menjadi komponen penting.

"Setelah semua komponen terkumpul, kita baru membuat rangkaian kelistrikan dilanjutan rangka hingga komponen lain yang diperlukan," paparnya.

"Khusus untuk komponen listrik, ini ada yang namanya controler. Itu juga harus satu seri dengan motor listrik. Kalau nggak cocok ya motor listrik tidak bisa jalan," tambah dia.

Sementara untuk cara kerja, Willy menjelaskan jika saat handel gas diputar, maka sinyal akan terkirim ke controler yang menerjemahkan sinyal tersebut. Lalu sinyal diteruskan ke motor listrik yang bisa disesuaikan dengan putaran gas.

Baca Juga: Kabar Jogja Hari Ini: Pelaku Pemerkosaan Difabel Jadi Tersangka, Parpol Catut Nama Satu Keluarga di DIY Jadi Anggotanya

"Motor listrik ini kan matic, jadi bisa ke depan, belakang dan netral. Untuk pemakaian bisa mencapai 3 sampai 4 jam. Sementara pengecesan baterei 4 jam untuk fast charger dan 8 jam untuk charger biasa," jelasnya.

"Tapi yang lebih penting lagi, di jok belakang motor sengaja kita buat space agar pengendara motor ini bisa sambil berjualan," paparnya.

Lalu berapa total biaya yang diperlukan untuk pembuatan motor listrik itu? Welly menyebut angka produksi dikisaran Rp 15 juta.

"Rinciannya baterei sekitar Rp 6,5 juta, motor listrik dan dan gardan Rp 6,8 juta, serta kelengkapan lain sekitar Rp 3 juta," kata dia.

Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan, Burhanudin, S.Pd., M.T menjelaskan, motivasi utama pembuatan motor listrik disadari belum banyaknya sepeda motor yang khusus bisa digunakan warga berkebutuhan khusus.

"Kita ingin menjembatani dan fasilitasi dengan motor listrik buatan anak-anak, agar masyarakat difabel bisa melakukan aktivitas maupun berwiraswasta," tuturnya.

Selain itu, bagi mahasiswa, Burhanudin menilai jika pembuatan motor listrik menjadi pengalaman penting untuk mengaplikasikan teori yang telah didapat di bangku perkuliahan menjadi sebuah karya nyata.

Kerumitan dalam hal desain, penentuan bahan, hingga proses asembling menjadi tantangan yang pasti dilalui dalam pembuatan motor listrik tersebut.

"Kalau orang teknik hanya tahu teori tapi belum pernah merancang dan membuat desain sendiri, tentu ini jadi pengalaman luar biasa bagi mereka," jelasnya.

"Apalagi kalau perhitungan awal tidak detail dan teliti, nanti akan banyak perubahan antara desain awal dengan aktual. Ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi mahasiswa," tegas Burhanudin.

Load More