Adalah ibunda juga yang sepertinya berada di balik sukses Fajar Nur Hadianto yang Selasa kemarin mempersembahkan medali emas kepada Indonesia dari nomor 50 meter gaya dada SB4.
Hubungan Fajar dengan ibundanya terlihat sama sentralnya dengan hubungan Meliana dengan Yudiarti.
Pria berusia 41 tahun yang sudah dikaruniai dua anak itu tidak pernah lupa meminta restu dan doa dari orang tua, terutama ibu. "Setiap minggu selalu menyempatkan menjenguk orang tua. Kemarin sebelum tanding juga WA minta doa orang tua," kata Fajar.
Ini menyimpulkan betapa dekatnya hubungan seorang yang sukses dengan ibu dan orang tuanya.
Yudiarti dan ibunda Fajar sepertinya mampu memperkuat ikatan hati dan menjadi sosok yang dicintai anak-anaknya yang kemudian menjadi panutan atau teladan bagi anak-anaknya, seperti semua ibunda yang sukses menciptakan hubungan super-positif seperti itu.
Hubungan Meliana dan Fajar dengan ibu-ibu mereka kembali menguakkan betapa pentingnya ibu atau orang tua dalam perkembangan fisik, spiritual dan mental anak.
Banyak teori, dan semua agama serta ajaran-ajaran kebaikan menggarisbawahi sangat pentingnya hubungan orang tua dengan anak bagi perkembangan fisik, emosi dan sosial anak.
Hubungan orang tua dan anak adalah ikatan unik yang bisa dinikmati dan dikelola oleh setiap anak dan orang tua yang meletakkan dasar untuk pembangunan kepribadian dan perilaku anak, hingga besar nanti. Pola hubungan itu juga mempengaruhi kesehatan sosial, fisik, mental dan emosi anak.
Untuk itu, orang yang sejak masa kecil tumbuh dalam suasana keterikatan yang nyaman dan sehat dengan orang tuanya memiliki kesempatan lebih baik dalam menciptakan hubungan yang bahagia dengan orang lain. Fajar Nur Hadianto sepertinya merasakan hal ini.
Baca Juga: Sukses Sabet Emas ASEAN Para Games 2022, Rafli Ahnaf Shidqi Bidik Paralimpiade 2024
Lebih dari itu, seorang anak yang memiliki hubungan yang nyaman nan sehat dengan orang tuanya dapat belajar bagaimana mengelola emosi ketika saat di bawah tekanan dan dalam situasi sulit seperti kompetisi olahraga selama ASEAN Para Games di Solo ini.
Meliana dan Fajar adalah dua teladan yang menguatkan fakta sosial itu. Mereka juga telah menguakkan kembali tentang betapa sentralnya kasih ibu dalam mendorong manusia mencapai sukses dalam hal apa pun, termasuk kompetisi olahraga.
Kalau sudah begini, maka ASEAN Para Games memang bukan sekadar kompetisi olahraga. Event ini juga telah mengekspos kembali bagaimana nilai-nilai keluarga mesti dihadirkan dan dibangun di tengah semakin besarnya tantangan orang tua dalam membesarkan anak, terlebih dalam era digital yang demikian keras ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Viral Peserta Pria Pakai Kebaya di Malam 1 Suro Pura Mangkunegaran Surakarta
-
Dua Residivis Curanmor Ditangkap Polresta Solo, Gasak Motor dan Ponsel Warga yang Tertidur
-
Viral Dugaan Pelecehan SPG Sami Luwes Solo, Polisi Kejar Pelaku Lewat Rekaman CCTV
-
Jokowi Respon Penangkapan Roy Suryo dan dr Tifa Oleh Polda Metro Jaya, Bakal Hadir di Persidangan
-
Bertahun-tahun Dikeluhkan, Jalan Rusak Parah di Sragen Akhirnya Diperbaiki hingga Rp38,2 Miliar