Ilustrasi suasana aktivitas perdagangan hewan di pasar hewan. [ANTARA]
Menurutnya, yang menjadi kendala selama ini di Klaten tidak punya antigen. Sehingga tidak bisa melakukan deteksi dini keberadaan virus di dalam hewan ternak.
"Teman-teman dokter hewan itu bisa melakukan justifikasi kalau sudah melihat tanda-tanda klinis itu muncul di hewan ternak tersebut. Itu yang menjadi kendala kita, jadi agak sulit apakah ternak itu sudah terpapar virus atau belum, kalau ada alatnya kan mudah mendeteksi," jelas dia.
Seperti diketahui, tujuh pasar hewan yang ada di Klaten adalah Pasar Hewan Prambanan, Pasar Hewan Jatinom, Pasar Hewan Wedi.
Lalu Pasar Hewan Pedan, Pasar Hewan Cawas, Pasar Hewan Bayat, dan Pasar Hewan Plumbon.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Jokowi Buka-bukaan soal Riwayat Sekolah Gibran di Singapura: Masak Disuruh Ikut Paket C Lagi!
-
Bagus Mahendra, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Klaten Dimakamkan Tepat di Hari Pernikahan Kakak
-
BRI InFrame 2026 Hadirkan Cerita Ekonomi Kerakyatan Lewat Fotografi
-
2 Korban Kapal Virgo Transport 8 Aldo dan Bagus Ditemukan Meninggal, Keluarga Siapkan Pemakaman
-
Heboh Isu Larangan Memakai Jilbab Saat Wawancara Magang di Solo Safari, PKS Turun Langsung