Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Minggu, 20 Februari 2022 | 09:37 WIB
Pedagang sembako di Pasar Jember menunjukkan minyak goreng kemasan yang baru diterima dari salah satu produsen minyak goreng, Jumat (18/2/2022). [ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif]

"Saya sudah lama merasakan mahalnya minyak goreng dari mei 2021, saya pikir pemerintah sudah tidak peduli lagi terhadap kesulitan rakyat kecil. Pemerintah baru peduli dan butuh ketika dekat ke pemilu, selalu begitu dan terulang terus," keluh akun @kurnia_anug**. 

"Pengusaha yang ketahuan nimbun minyak goreng harus ditangkap dan dihukum berat. Karena menimbulkan keresahan masyarakat," ujar akun @hOme**. 

"Saya kira kata-kata semacam 'sudah saatnya negara turun untuk mengawasi pergerakan barang di pasar' itu sudah terlalu sering didengungkan. Udah basi. Mending disikat aja langsung mafia nya," kesal akun @dwika_aditya**. 

"Segera di tindak, satgas pangan jangan kendor harus tegas dan sikat semua mafia mafia minyak goreng. Jangan sampai rakyat marah dan berujung pada ketidak percayaan kepada pemerintah. Sikat habis mafia minyak goreng. Negara jangan kalah," seru akun @DidikPu6307**.

Baca Juga: Sidak Ketersediaan Minyak Goreng di Agen dan Toko, Bupati Banyumas Dapatkan Fakta Ini

Kontributor : Fitroh Nurikhsan

Load More