SuaraSurakarta.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo terus mempersiapkan diri dengan kemungkinan terjadinya gelombang ketiga kasus Covid-19.
Apalagi saat ini Covid-19 varian Omicron sudah masuk ke wilayah Soloraya.
Rumah sakit di Kota Solo sudah diminta untuk kesiapan tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR). Tidak hanya itu tapi juga fasilitas-fasilitas yang lain.
"Sudah kita buatkan Surat Edaran (SE), mengingatkan kembali untuk siap-siap," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Solo, Siti Wahyuningsih, Rabu (2/2/2022).
Sejauh ini untuk obat-obatan sudah siap, Alat Pelindung Diri (APD) juga sudah siap.
Oksigen atau oksigen konsentrator sudah siap juga. Untuk tempat tidur sudah dibuatkan SE, ada sekitar 500 bed yang disiapkan termasuk kamar ICU. BOR naik diangka 11 persen, sebelumnya BOR masih diangka 3 persen.
"Saya kira kira sudah pengalaman dalam penanganan kasus Covid-19. Di mana mempunyai sejarah pada bulan Juni, Juli, dan Agustus 2022 kemarin, ini menjadi pengalaman yang berati untuk kesiap-siagaan kita," jelas dia.
Untuk tenaga kesehatan (nakes) sudah siap juga, hanya saja harus terbagi dengan program vaksinasi anak dan booster.
Begitu ada kasus harus tracing dan itu tidak hanya sekali, di Puskesmas pasien juga naik.
Baca Juga: WHO Sebut Jumlah Kematian Akibat Covid-19 di Dunia Mengkhawatirkan
"Ini kan bebannya tinggi dan bisa membuat kelelahan nakes. Itu pastinya harus diantisipasi, kita memang harus kebut vaksinasi," sambungnya.
Kasus aktif Covid-19 di Kota Solo hingga saat ini tercatat ada 132 kasus. Dari jumlah tersebut sebanyak 119 pasien dari Kota Solo, sedangkan sisanya dari luar kota Solo yang dirawat di rumah sakit di Solo.
Jumlah pasien warga Solo sebanyak 15 pasien dirawat di rumah sakit. Sedangkan 13 pasien menjalani isolasi mandiri di Asrama Haji Donohudan Boyolali.
Sementara sebanyak 91 menjalani isolasi mandiri di rumah. Menurutnya, saat ini memang sudah memasuki gelombang ketiga mengingat kasus Covid-19 terus meningkat.
Mulai ada kenaikan itu minggu ketiga bulan Januari kemarin. Bahkan baru lima hari terakhir kenaikan kasusnya drastis, awalnya itu kasus harian diangka dua digit.
"Naiknya itu signifikan. Tadinya cuma satu, tiga, dan empat. Tiba-tiba langsung 11, 12, dan 24," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah
-
BRI Optimalkan Likuiditas Dari Dana SAL Untuk Percepat Pembiayaan Sektor Riil
-
Menengok Rumah Slamet Riyadi yang Direhabilitasi, Sosok Pemberani yang Gugur di Medan Perang
-
Duh! PN Solo Tolak Gugatan Gusti Moeng Soal Nama PB XIV, Kabulkan Eksepsi Tergugat
-
BRI Dorong Remitansi PMI Jadi Modal Usaha Produktif Melalui Pelatihan Kewirausahaan di Taiwan