Budi Arista Romadhoni
Minggu, 12 Desember 2021 | 16:03 WIB
Ilustrasi pemudik. Pemkab Sukoharjo melakukan pengawasan gelombang mudik jelang libur nataru. (Antara/ Puji Kurniasari)

SuaraSurakarta.id - Libur natal dan tahun baru (nataru) kali ini tak ada aturan penyekatan dari pemerintah pusat. Lonjakan kasus Covid-19 pun menjadi kekhawatiran tersendiri oleh berbagai pihak. 

Meskipun imbauan tak melakukan perjalanan atau liburan sudah diberikan, gelombang mudik kaum boro ke kampung halaman di Sukoharjo diperkirakan bakal tetap berdatangan saat libur Natal dan Tahun Baru atau Nataru.

Menyadur dari Solopos.com, Pemkab Sukoharjo telah melakukan sejumlah persiapan untuk mengantisipasi hal tersebut.

Diketahui, pemerintah memastikan tidak ada penyekatan saat perayaan Natal dan Tahun Baru lantaran mempertimbangkan kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi.

Namun demikian, pemerintah bakal memperketat penerapan protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19 termasuk varian Omricon.

Tidak adanya penyekatan itu lah yang diperkirakan membuat gelombang mudik akan tetap terjadi di Sukoharjo saat Nataru. Pemkab Sukoharjo menindaklanjuti dengan menggelar rapat koordinasi lintas sektoral perayaan Natal dan Tahun Baru pada akhir pekan lalu.

Kegiatan itu diikuti sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Sukoharjo seperti Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), Satpol PP, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Sekretaris Dishub Sukoharjo, Ahmad Saryono, memperkirakan para perantau pulang ke kampung halaman pada libur akhir tahun. Sebagian perantau tak bisa pulang kampung saat Lebaran. Sehingga mereka memilih pulang kampung memanfaatkan libur Natal dan Tahun Baru.

“Kementerian Perhubungan [Kemenhub] memperkirakan jumlah perantau yang pulang kampung saat libur Natal dan Tahun Baru 10 persen-12 persen. Lantaran tak ada penyekatan, banyak perantau yang pulang kampung bersama keluarga saat libur akhir tahun,” katanya Minggu (12/12/2021).

Baca Juga: PPKM Level 3 Dibatalkan, Polri Tetap Dirikan Check Point Libur Nataru

Tiga Daerah di Selatan

Mayoritas perantau berasal dari tiga daerah di Sukoharjo bagian selatan yakni Nguter, Bulu, dan Weru. Mereka mengadu nasib ke sejumlah kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Medan hingga Jayapura.

Ahmad memperkirakan jumlah pemudik atau perantau yang pulang kampung saat Nataru di Sukoharjo tak sebanyak saat Lebaran. Kala itu, kaum boro memilih pulang ke kampung halaman pada awal atau pertengahan Bulan Puasa.

“Sebagian besar perantau sudah pulang kampung saat Lebaran. Mereka bakal berpikir dua kali jika harus kembali pulang pada akhir tahun. Biaya operasional untuk pulang kampung tak sedikit,” ujarnya.

Ahmad menyampaikan pengawasan penerapan protokol kesehatan dititikberatkan di destinasi wisata, pusat keramaian dan pusat perbelanjaan. Di Sukoharjo, lokasi yang diprioritaskan di kawasan Solo Baru dan Alun-alun Satya Negara saat malam pergantian tahun.

Kepala Satpol PP Sukoharjo, Heru Indarjo, menyatakan perayaan Natal dan Tahun Baru dibayangi ancaman varian baru Covid-19 yakni Omicron. Karena itu, tim gabungan bakal melakukan patroli keliling di kawasan Solo Baru dan alun-alun.

Load More