SuaraSurakarta.id - Penyampaian informasi COVID-19 tidak mendapat respon positif dari masyarakat. Seakan, virus corona hanya disepelekan.
Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) Melani Budianta mengatakan respons masyarakat yang beragam terhadap COVID-19 menunjukkan pentingnya pendekatan aspek sosial budaya dan komunikasi dalam menyampaikan informasi mengenai COVID-19.
"Kira-kira bulan Juni 2020 ketika angka penyebaran COVID-19 masih meningkat, sejumlah dosen dari berbagai bidang ilmu mulai gelisah. Sangat jelas bahwa COVID-19 bukan masalah epidemiologi saja, namun bersifat multidimensional," ujar Prof. Melani dalam webinar, Minggu (31/10/2021).
Untuk itu para pendidik yang berasal dari bidang ilmu kesehatan dan ilmu sosial budaya akhirnya memutuskan untuk bekerja sama dalam satu Tim Lintas Disiplin UI untuk memberikan kontribusi dalam mengedukasi mengenai COVID-19.
Baca Juga: Indonesia Datangkan 6,5 Juta Dosis Vaksin Pfizer, AstraZeneca dan Sinovac
Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM UI) Prof. Dr. dr. Ratna Djuwita mengatakan kerja dilaksanakan dengan mengamati informasi COVID-19 di media massa serta memetakan informasi yang keliru/hoaks serta kurang lengkap atau tidak komunikatif. Ada juga contoh informasi lengkap dan mudah dimengerti oleh orang awam.
Dengan latar belakang situasi tersebut, Tim Lintas Disiplin UI sepakat bahwa diperlukan suatu himpunan pengetahuan sebagai landasan.
Tim dari bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran kemudian menyusun semua pengetahuan yang mereka kuasai tentang COVID-19 secara rinci, kemudian diterjemahkan oleh Tim Bidang Sosial dan Humaniora agar dapat dipahami dengan mudah oleh masyarakat yang memiliki berbagai latar belakang.
Tim Lintas Disiplin UI terdiri dari Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB), dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) meluncurkan Program Edukasi COVID-19: Mengenali COVID-19, Memantapkan Perilaku dan Mengendalikan Pandemi pada Rabu (27/10).
Persiapan penyusunan program inovasi ini didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) serta difasilitasi oleh Direktorat Inovasi dan Science Techno Park (DISTP) UI.
Baca Juga: Kang Yana pastikan Tak Ada Praktik Pungli Vaksinasi Covid-19 di Bandung
Edukasi COVID-19 ini merupakan program inovasi guna memperkaya pengetahuan dan memantapkan perilaku masyarakat menghadapi pandemi COVID-19.
Berita Terkait
-
Pasar Saham Indonesia Terjun Hebat, Lebih Parah dari IHSG Era Pandemi COVID-19?
-
Trump Sempat Telepon Presiden China Soal Asal-Usul COVID, Ini Kata Mantan Kepala CDC!
-
Survei: Milenial Rela Rogoh Kocek Lebih Dalam untuk Rumah Modern Minimalis
-
Trump Tarik AS dari WHO! Salahkan Penanganan COVID-19
-
Kronologi Dewi Soekarno Didenda Pengadilan Jepang Rp3 Miliar Gegara Pecat Karyawan
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
-
Klasemen Terbaru: Timnas Indonesia U-17 Selangkah Lagi Lolos Piala Dunia U-17
-
Laptop, Dompet, Jaket... Semua 'Pulang'! Kisah Manis Stasiun Gambir Saat Arus Balik Lebaran
Terkini
-
Drama Pemudik di Sukoharjo: Perempuan Mengamuk Tolak Kembali ke Tangerang, Begini Kisahnya
-
Kecelakaan Beruntun di Karanganyar: Truk vs 2 Mobil dan Motor, Begini Kronologinya
-
Kabar Gembira dari Boyolali: Harga Bahan Pokok Stabil Usai Lebaran
-
Kisah Perjalanan Kembali: Pemudik Solo Raya Ikuti Program Balik Gratis Kemenhub
-
One Way dan Contraflow Kunci Kelancaran Arus Balik Lebaran 2025