SuaraSurakarta.id - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka dipastikan tidak akan menyaksikan pertandingan langsung di Stadion Manahan saat Persis Solo melawan PSIM Yogyakarta, Selasa (12/10/2021).
Putra sulung Presiden Jokowi ini akan tetap menyaksikan pertandingan bertajuk Derbi Mataram tersebut dari rumah saja.
"Saya tiap hari sounding ke warga nonton di rumah. Lha kok wali kotane ikut nonton. Yo, percuma," terang Gibran, Minggu (10/10/2021).
Ayah Jan Ethes Srinarendra dan La Lembah Manah ini menegaskan akan tetap tidak akan nonton langsung ke Stadion Manahan. Tapi nonton dari rumah saja, ini juga sesuai dengan aturan yang sudah ada.
"Iya dong. Masak warganya suruh nonton di rumah, wali kotane nonton di stadion, nggak bagus" ungkap dia.
Gibran pun menyampaikan tidak akan mengundang Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti saat tim Laskar Sambernyawa dan tim Laskar Mataram bertemu.
"Tidak mengundang," katanya.
Terkait pertandingan antara Persis melawan PSIM, Gibran sudah bertemu dengan Wali Kota Yogyakarta. Gibran pun menjamin keamanan saat PSIM tiba di Kota Solo dan bertanding di Stadion Manahan.
"Masalah keamanan aja. Untuk memastikan pemain aman. Tidak ada suporter yang masuk stadion, Itu aja Standar," ujar dia.
Baca Juga: Semen Padang Lepas Genta Alparedo ke Timnas Indonesia U-23
Diakuinya, jika rivalitas antar Persis Solo dan PSIM Yogyakarta cukup panas. Keamananan nanti akan diperketat dan memberikan perlakuan khusus.
"Saya yakin pertandingan besok aman dan lancar. Untuk keamanan ada sedikit pengetatan," sambungnya.
Gibran meminta kepada masyarakat atau suporter untuk tidak datang ke stadion saat kedua tim bertanding. Selain itu juga masyarakat tidak mengadakan nonton bareng (nonbar).
"Nonbar tetap tidak boleh, nonton dari rumah saja. Ini sebagai upaya untuk menjaga Kota Solo tetap berada di Level 2, eman-eman udah turun kedua nanti naik lagi pengetatan lagi," tandas dia.
Seperti diketahui, pertandingan Derbi Mataram sering berlangsung dengan tensi tinggi dan permainan keras. Pelanggaran-pelanggaran keras sering terjadi antara kedua pemain.
Kericuhan antar suporter pun, yakni Pasoepati dan Brajamusti sering terjadi ketika kedua tim bertemu. Bahkan hingga menerobos ke lapangan dan melebar hingga ke luar stadion.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah
-
BRI Optimalkan Likuiditas Dari Dana SAL Untuk Percepat Pembiayaan Sektor Riil
-
Menengok Rumah Slamet Riyadi yang Direhabilitasi, Sosok Pemberani yang Gugur di Medan Perang
-
Duh! PN Solo Tolak Gugatan Gusti Moeng Soal Nama PB XIV, Kabulkan Eksepsi Tergugat
-
BRI Dorong Remitansi PMI Jadi Modal Usaha Produktif Melalui Pelatihan Kewirausahaan di Taiwan