Budi Arista Romadhoni
Kamis, 09 September 2021 | 09:59 WIB
Logo Parpol Pemilu 2019. [Hops.id/KPU Banjar Baru]

Padahal itu semua, kata dia, cuma akal-akalan belaka. “Saya syok mendengar itu, bagaimana ada orang-orang yang sebut Taliban akan baik-baik saja, perempuan akan diurus dengan baik, bahkan sekelas pimpinan universitas juga bicara demikian,” katanya.

Terlepas dari itu, Susaningtyas menganggap Taliban tetap bisa menjadi ancaman bagi RI. Dirinya melihat betul bagaimana efek Taliban sudah mulai merusak sekolah-sekolah di Indonesia.

“Bagaimana saya tak khawatir, anak muda kita sudah tak mau lagi hormat pada bendera RI, tak mau menyanyikan lagu Indonesia Raya. Lalu diperbanyak bahasa Arab.”

“Bukan berarti Arab itu memiliki konotasi teroris, namun kalau arahnya ke terorisme bahaya. Karena sebenarnya mereka juga ingin berkuasa, ingin punya kekuasaan, tapi mereka ingin berkuasa dengan cara mereka sendiri,” katanya.

Maka itu, dia berharap ke depan pihak intelijen dapat membangun komunikasi dengan Taliban untuk mengetahui apa yang sebenarnya tengah mereka inginkan saat ini. Indonesia sendiri butuh data itu demi kehidupan damai ke depan.

Load More