Laporan PBB pada Mei 2001 "mengamati keberhasilan total larangan atas budidaya opium di daerah-daerah yang dikuasai Taliban".
Menyusul larangan Taliban atas pertanian opium, terjadi penurunan nyata dalam penyitaan opium dan heroin secara global pada tahun 2001 dan 2002.
Namun, sejak itu, situasinya berubah.
Meski ada penanaman di daerah-daerah yang dikuasai oleh pemerintah sebelumnya, sebagian besar penanaman opium terkonsentrasi di daerah-daerah yang dikuasai oleh Taliban.
Misalnya, provinsi Helmand dan Kandahar di Afghanistan selatan - saat dikendalikan oleh Taliban - memiliki lahan paling banyak yang digunakan untuk budidaya opium pada tahun 2018.
Bagaimana Taliban mendapat penghasilan dari opium?
Pertanian opium adalah sumber utama pekerjaan di Afghanistan. Pada tahun 2019 panen opium menyediakan hampir 120.000 pekerjaan, menurut survei opium UNODC Afghanistan.
Taliban mendapat pemasukan lewat pungutan pajak atas tanaman opium dan secara tidak langsung melalui pemrosesan dan perdagangan, menurut Departemen Luar Negeri AS.
Pajak budidaya 10% dipungut dari para petani opium.
Baca Juga: Taliban Peringatkan AS, Minta Stop Evakuasi Warga Afghanistan
Pajak juga dipungut dari laboratorium yang memproses opium menjadi heroin, juga dari para pedagang yang menyelundupkan obat terlarang itu.
Perkiraan tahunan yang didapat Taliban dari ekonomi obat terlarang itu berkisar dari $100 juta-$400 juta.
Obat-obatan terlarang menyumbang hingga 60% dari pendapatan tahunan Taliban, menurut lembaga pemantau asal AS, Special Inspector General for Afghan Reconstruction (Sigar).
Ke mana obat terlarang itu dikirim?
Heroin yang dibuat dari opium yang tumbuh di Afghanistan menyumbang 95% pasar di Eropa.
Hanya 1% pasokan heroin di AS berasal dari Afghanistan, menurut Lembaga Penindakan Obat-obat Terlarang AS (DEA). Sebagian besar pasokan ke AS berasal dari Meksiko.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Mural HUT ke-81 di Sukoharjo, Angka 8 Bergambar Pria Gendut, Angka 1 Pria Kurus
-
PGS Resmi Tutup Permanen Gara-gara Pailit, Pedagang Mulai Kosongkan Kios dan Pindah
-
BRI Optimalkan Likuiditas Dari Dana SAL Untuk Percepat Pembiayaan Sektor Riil
-
Menengok Rumah Slamet Riyadi yang Direhabilitasi, Sosok Pemberani yang Gugur di Medan Perang
-
Duh! PN Solo Tolak Gugatan Gusti Moeng Soal Nama PB XIV, Kabulkan Eksepsi Tergugat