Ronald Seger Prabowo
Rabu, 07 Juli 2021 | 11:53 WIB
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi bersama Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto menghadiri Apel Pasukan Gabungan Satgas Covid-19, di Alun Alun Kidul Boyolali, Rabu (7/7/2021). [Dok Humas Polda Jateng]

SuaraSurakarta.id - Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi meminta petugas gbungan Satgas Covid-19 melakukan penyekatan dari dan menuju Kota Boyolali.

Hal tersebut seiring dengan meningkat tajam kasus Covid-19 di Kota Susu, mengingat Boyolali merupakan wilayah penyangga Kota Solo. 

"Baik di lajur kanan atau lajur kiri, TNI-Polri akan melakukan penyekatan. Sehingga tolong seluruh masyarakat Boyolali jika tidak mempunyai kepentingan yang kritikal atau serius agar di rumah saja," kata Ahmad Luthfi saat menghadiri Apel Pasukan Gabungan Satgas Covid-19, di Alun Alun Kidul Boyolali, Rabu (7/7/2021).

Kapolda berharap dengan pemberlakuan PPKM Darurat ini, dapat meminimalisir pergerakan kendaraan dan pergerakan orang agar angka Covid-19 bisa dikendalikan.

Mantan Kapolresta Solo itu juga meminta masyarakat atau media yang menemui oknum-oknum yang mencoba-coba untuk menimbun baik peralatan medis, obat-obatan maupun oksigen untuk segera melapor pada aparat keamanan.

"Kami sudah lakukan mapping, dan akan kami sidik manakala dalam situasi semacam ini ada masyarakat yang coba-coba cari keuntungan," paparnya.

Sementara Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Rudianto yang turut hadir dalam acara itu mengimbau warga Boyolali  menahan diri tetap di rumah saja.

"Saya bersama Kapolda Jateng sekali lagi mengimbau seluruh masyarakat menahan diri selama dua minggu PPKM Darurat, 3 hingga 20 Juli mendatang," tegasnya.

Menurut Pangdam pihaknya akan mengevaluasi PPKM Mikro dengan beberapa pihak untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan di dalamnya agar pelaksanaannya bisa lebih maksimal.

Baca Juga: Siapkan KTP dan KK, Dokumen dan Syarat BLT UMKM 2021 Dapat BLT COVID-19 Rp 1,2 Juta

Sumber: ANTARA

Load More