SuaraSurakarta.id - Klaster keluarga menjadi salah satu penyebab menyebarnya kasus Covid-19 di Kota Solo. Karena dalam satu rumah memiliki aktivitas yang berbeda-beda diluar, kemudian kembali ke rumah.
"Klaster keluarga itu yang berat sebetulnya," terang Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Solo, Siti Wahyuningsih, Minggu (6/6/2021).
Siti menjelaskan, kasus Covid-19 itu kebanyakan punya ekor, artinya di tempat kerja mungkin protokol kesehatan (prokes) bagus. Setelah itu di jalan pakai masker, jaga jarak, tapi di rumah sebenarnya harus tetap prokes namun kebanyakan itu diabaikan.
"Satu rumah itu punya aktivitas sendiri-sendiri. Saya saja di rumah tetap pakai masker, artinya kita harus saling menjaga karena kemungkinan-kemungkinan itu ada," kata dia.
Menurutnya, sebagian besar kasus Covid-19 sejauh ini di Solo kebanyakan dari klaster keluarga. Bahkan kasus pertama di Solo yang berada di wilayah Semanggi juga dari keluarga.
"Banyak kasus muncul itu didominasi dari klaster keluarga. Itu memang menjadi perhatian," ungkapnya.
Bahkan kasus yang muncul belum lama ini di daerah Manahan bukan dari klaster reuni tapi keluarga. Karena saat dilakukan tracing dengan penyelidikan epidemiologi dicek riwayat yang bersangkutan seminggu terakhir di mana.
Ada kontak yang ketemu pas reuni tapi hasilnya negatif. Artinya dalam penyelidikan epidemiologi ini kemungkinan-kemungkinan, tidak boleh justifikasi.
"Memang ada riwayat reuni tapi belum tentu dari reuni. Satu keluarga itu yang kena tiga orang, itu bisa saja dari ketiga orang bergerak semua, yang menularkan apakah bapak, ibu, atau anak kita tidak ngerti," papar dia.
Baca Juga: Kasus COVID-19 di Kudus Meledak, Ganjar Minta Seluruh Daerah Tingkatkan Testing
Menurutnya, munculnya penambahan akhir-akhir ini dicurigai dampak pada libur, 26 Mei lalu. Karena pada tanggal tersebut sudah tidak larangan mudik, itu yang kemungkinan banyak orang mudik.
"Memang pas 26 Mei itu di Solo ramai sekali banyak plat luar Solo datang. Ini kan sampai akhir Juni saya harus waspada," sambungnya.
Sementara itu Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan menjamin jika stok vaksin cukup untuk mengakomodasi program percepatan vaksin.
"Tidak ada kendala sejauh ini. Kalau soal suplai, kami rutin dikirim vaksin baru. Biasanya kalau menunggu tidak menunggu terlalu lama, langsung disuntikkan ke warga," tandasnya.
Kontributor : Ari Welianto
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terungkap Kasus Penimbunan Solar Subsidi Ilegal di Klaten, Omzet Pelaku Rp200 Juta per Bulan
-
Melihat Masa Depan Fintech Indonesia Melalui Karya Pemenang FutureFin AdaKami dan UNS
-
Solar Mahal Gila! Pakar Ungkap Trik Rahasia Hemat BBM Mobil Diesel, Bukan Cuma Soal 'Kaki Kanan'
-
Anti Mainstream! 5 Mobil Bekas Rp40 Jutaan Irit dan Nyaman, Fitur Mewah yang Sering Dilupakan
-
Detik-detik Terakhir Istri Abu Bakar Ba'asyir Sebelum Berpulang: Sempat Pasrah dan Berdzikir